VALUE OF PANAI’ ON SOCIAL CAPITAL CONCEPTCULTURAL STUDY IN SOUTH SULAWESI

Main Article Content

Silviyana Usman
Tenriwaru Tenriwaru

Keywords

Ethnographic Approach, Panai', Social Capital

Abstract

This study aims to determine how to determine the value of panai' in the Bugis-Makassar ethnic community in South Sulawesi. This study uses a qualitative method with an ethnographic approach with narrative analysis techniques. The ethnographic approach is a qualitative research strategy in which the researcher investigates culture in the natural environment for a sufficiently long period of time to collect data. The data of this study were obtained from primary and secondary data. The results showed that to determine the amount of panai' there were several factors, namely social status, education level, physical factors of the prospective bride, food prices and social capital. The position of the panai' money is very burdensome for the men if the panai' money requested is too expensive. Panai money should be a form of positive attitude shown by men who have to work hard to provide panai money in order to woo the desired lover. In accounting, transparency and accountability of panai' money is very necessary for both candidates to maintain trust because the amount of money given must be known by the nuclear family of the prospective bride and groom and in its management it must be used according to its function.

Abstract 50 | PDF Downloads 0

References

(P3EI), P. P. (2012). Ekonomi Islam. Jakarta: Grafindo Persada.

Agustar. (2018). Tradisi Uang Panai' dalam Perkawinan Suku Bugis-Makasar pada Masyarakat Desa Sanggar Kec. Rete Kab. Indragiri Hilir. Jurnal Jom Fisip, 5(1).

Ahsani, & dkk. (2018). Uang Panai' dan Tantangan Bagi Pemuda Bugis di Perantauan (Studi Kasus di Desa Wonggoloko Kec. Ladomi Kab. Kolaka Timur). Jurnal Neo Societal, 3(3), 541-546.

Aksara, T. (2017). Kamus Lengkap Istilah Ekonomi. Yogyakarta: Indoliterasi.

Ali, & Abdullah, H. (1994). Pernikahan. Surabaya: Pustaka Progressif.

Ancok, D. (2003). Modal Sosial dan Kualitas Masyarakat.

Anggraini, R. Y. (2017). Masuknya Paradigma Interpretif Pada Kajian Ilmu Akuntansi. Jurnal Analisa Akuntansi dan Perpajakan, 1(1).

Arifiyanto, D. F., & Kurrohman, T. (2014). Akuntabilitas Pengelolaan Alokasi Dana Desa di Jember. Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan, 2(3), 473-485.

Ashari, I. (2016). Makna Mahar Adat dan Status Sosial Perempuan dalam Perkawinan Adat Bugis di Desa Penengahan Kabupaten Lampung Selatan. Bandar Lampung: Universitas Lampung.

Asyraf, A. (2015). Mahar dan Penre' dalam Adat Bugis (Studi Etnografis Hukum Islam dalam Perkawinan Adat Bugis di Bulukumba Sulawesi Selatan).

Chariri, A. (2009). Landasan Filsafat dan Metode Penelitian Kualitatif. Workshop Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif, Laboratorium Pengembangan Akuntansi (LPA). 31, pp. 1-27. Semarang: Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro.

Dagun, S. M. (1992). Pengantar Filsafat Ekonomi. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Darussalam, M. F. (2020). Dampak Psikologis Laki-laki terhadap Tingginya Uang Panai (Belanja Pernikahan) di Kecamatan Mattirobulu Kabupaten Pinrang. Parepare: IAIN.

Elvira. (2011). Ingkar Janji Atas Kesepakatan Uang Belanja (Uang Panai') dalam Perkawinan Suku Bugis Makassar. Makassar: Universitas Hasanuddin.

Fatchan, A. (2013). Metode Penelitian Kualitatif: 10 Langkah Penelitian Kualitatif Pendekatan Konstruksi dan Fenomenologi (1 ed.). Malang: Universitas Negeri Malang.

Fremaldin, M. (2012, Januari 16). Fenomena Uang Panaik dalam Perkawinan Bugis-Makassar. Jakarta: Grafindo.

Fukuyama, F. (1995). Trust The Social Virtues and The Creation of Prosperity. New York: A Free Press Paperbacks Book.

Fukuyama, F. (1997). Social Capital and The Modern Capitalist Economy: Creating a High Trust Workplace. Stern Business Magazine, 4(1).

Hajra, Y., Basuki, Y., & Perkasa, W. A. (2017). Uang Panai' dan Status Sosial Perempuan dalam Perspektif Budaya Siri' pada Perkawinan Suku Bugis Makassar. Jurnal Pena, 3(2), 524-535.

Hardianti. (2015). Adat Pernikahan Bugis Bone Desa Tuju-Tuju Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone dalam Perspektif Budaya Islam. Makassar: Universitas Islam Negeri Alauddin.

Harun, M., & Fauziah. (2014). Konsep 'Urf dalam Pandangan Ulama Ushul Fiqh (Tela'ah Historis). Nurani: Jurnal Kajian Syari'ah dan Masyarakat, 14(2), 13-25.

Herman, E., Pangiuk, A., & Habibah, A. (2019). Nilai Ekonomi Uang Panai' dalam Adat Suku Bugis (Studi Kasus Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau). Jambi: UIN Sulthan Thaha Saifuddin.

Ikbal, M. (2016). Uang Panaik dalam Perkawinan Adat Bugis Makassar. Al-hukama, The Indonesian Journal of Islamic Family Law, 6(1).

Ikbal, M., & Enrekang, P. R. (2016). Uang Panai' Dalam Perkawinan Adat Suku Bugis Makassar. The Indonesian Journal of Islamic Familiy Law, 6(1), 192-215.

Juwaini, M. (2018). Nilai-nilai dalam Moral dalam Ritual Adat Pernikahan Masyarakat Bugis-Makasar dan Relevansi dengan Nilai-nilai Pendidikan Islam Kec. Panca Rijang Kabupaten Sidrap. Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Kamal, R. (2016). Persepsi Masyarakat terhadap Uang Panai; di Kelurahan Pattalassang Kecamatan Pattalassang Kabupaten Takalar. Makassar: Universitas Negeri Alauddin Makassar.

Lestari, R. E. (2015). Mitos dalam Upacara Uang Panai Masyarakat Bugis Makassar. Jember: Universitas Jember.

Mulyana, R. (2004). Mengakulturasikan Pendidikan Niat. Bandung: Alfabeta.

Nadiyah, L. (2021). Tradisi Uang Panai dalam Adat Pernikahan Suku Bugis di Kota Bontang Kalimantan Timur Menurut Perspektif Hukum Adat dan Hukum Islam.

Nugraha, A. (2001). Adat Istiadat Pernikahan Masyarakat Bugis. Makassar: CV Telaga Zamzam.

Rafael, F. (2012). Gengsi Sosial. Retrieved from http://sosbud.kompasiana.com/2012/04/29/Gengsi-Sosial-453619.html

Rahayu, S., & Yudi. (2015). Uang Nai': Antara Cinta dan Gengsi. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 6(2), 224-236.

RI, K. A. (2016). Al-Qur'an dan Terjemahan. PT Sinergi Pusaka Indonesia.

Rismawati. (2019). Eksistensi Uang Panai (Uang Belanja) dalam Pernikahan di Masyarakat. Makassar: Universitas Muhammadiyah Makassar.

Robbin, S. P. (2007). Perilaku Organisasi. Jakarta: Salemba Empat.

Sari, H., Nurfadilla, AP, S. A., & Risma, A. (2019). Uang Panai': Fenomena Pernikahan Adat Bugis (Dulu dan Kini). Palopo: Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo.

Selatan, D. K. (2006). Adat dan Upacara Perkawinan Daerah Sulawesi Selatan (3 ed.). Makassar.

Setiadi, & Kolip. (2011). Pengantar Sosiologi. Jakarta: Kencana.

St. Muttia, A. H. (2012). Proses Dalam Tradisi Perkawinan Masyarakat Bugis di Desa Pakkasalo Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone. Makassar: Universitas Hasanuddin.

Tambiah, J. G. (1973). Bridewealth and Dowry. Cambridge: Cambridge University Press.

Tarigan, A. A. (2014). Tafsir Ayat Ekonomi. Medan: Cita Pustaka Media Perintis.

Usman, Y. (2009). Nilai Ekonomi Islam. Jakarta: Bina Rena Paricara.

Widagdo, A. (2021, Juli 25). Penerapan Modal Sosial (Social Capital) dalam Pelayanan pada Pengadilan. Retrieved from Mahkamah Agung Republik Indonesia Pengadilan Agama Serui: https://pa-serui.go.id/penerapan-modal-sosial-social-capital-dalam-pelayanan-pada-pengadilan/

Yansa, H., Basuki, Y., K., M. Y., & Perkasa, W. A. (2017). Uang Panai' dan Status Sosial Perempuan dalam Perspektif Budaya Siri' pada Perkawinan Suku Bugis Makassar Sulawesi Selatan. Jurnal PENA, 524-535.